KKA Nirmala

KKA Nirmala

Significant! Kurtailmen-Penyelesaian pada Laporan Aktuaria PSAK 219

Kurtailmen-Penyelesaian pada Laporan Aktuaria

Kurtailmen-penyelesaian (curtailment-settlement) merupakan konsep penting dalam aktuaria imbalan kerja yang mengacu pada situasi di mana perusahaan secara signifikan mengurangi jumlah karyawan yang tercakup dalam program imbalan pasti atau menyelesaikan seluruh atau sebagian kewajiban program imbalan kerja. Konsep ini memiliki implikasi…

Manajemen Risiko PVFB pada Manfaat Pensiun

Manajemen Risiko PVFB pada Manfaat Pensiun

Present Value of Future Benefits (PVFB) adalah konsep fundamental dalam aktuaria yang mengukur nilai sekarang dari seluruh manfaat yang akan dibayarkan kepada peserta program pensiun atau asuransi di masa depan. PVFB menjadi dasar perhitungan dalam valuasi program pensiun manfaat pasti…

Simulasi Perhitungan Valuasi Pensiun PSAK 219

Studi PSAK 24 Imbalan Kerja: Dampak Projected Unit Credit Method, Simulasi Perhitungan Valuasi Pensiun PSAK 219

Valuasi pensiun menurut PSAK 219 (dulu PSAK 24) adalah proses penting yang membutuhkan data detail dan perhitungan yang cermat. Proses ini krusial dalam memastikan perusahaan memenuhi kewajiban imbalan pasca kerja kepada karyawan. Perhitungan valuasi pensiun pun menyesuaikan prinsip PSAK 219…

Imbalan Kerja terhadap Karyawan Outsource

Mengenal Employee Benefits: Pesangon, Pensiun, dan Penghargaan Masa Kerja, Imbalan Kerja terhadap Karyawan Outsource

Praktik outsourcing, atau penggunaan karyawan outsource, masih menjadi strategi yang umum diterapkan oleh banyak perusahaan di Indonesia. Meski dianggap efektif untuk mendukung efisiensi bisnis, sistem ini sering menuai diskusi hangat, terutama terkait imbalan kerja dan hak-hak pekerja. Skema pekerja alih…

IFRIC AD: IFRS Interpretations Committee Agenda Decision

IFRIC AD: IFRS Interpretations Committee Agenda Decision

IFRS Interpretations Committee, yang sebelumnya dikenal sebagai IFRIC (International Financial Reporting Interpretations Committee), merupakan badan yang berperan dalam memberikan interpretasi atas standar akuntansi IFRS agar penerapannya tetap seragam di seluruh dunia. Mari pelajari lebih dalam! Peran IFRIC IFRS merupakan seperangkat…

Asumsi Aktuaria dalam Perhitungan Imbalan Kerja

Asumsi Aktuaria dalam Perhitungan Manfaat Pensiun

Industri pensiun bergantung pada serangkaian perkiraan terukur agar mampu menjamin kesejahteraan finansial pekerja setelah purnatugas. Inti dari seluruh proses ini adalah asumsi aktuaria—proyeksi terstruktur mengenai variabel yang belum diketahui di masa depan. Asumsi aktuaria dan optimasinya merupakan faktor penting dalam…

3 Peran HR dalam Program Imbalan Kerja

Pilar Governance dalam ESG Journey Support Imbalan Pasca Kerja, 3 Peran HR dalam Program Imbalan Kerja

“Karyawan yang dihargai adalah karyawan yang memberikan nilai tambah.” Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa perusahaan mampu menarik dan mempertahankan talenta terbaik sementara yang lain terus berjuang dengan tingkat turnover yang tinggi? Jawabannya mungkin terletak pada bagaimana mereka mengelola program imbalan…

Imbalan Kerja Ekspatriat dan Perhitungannya

Imbalan Kerja Ekspatriat dan Perhitungannya

Dalam dunia yang makin terhubung seperti sekarang, mobilitas tenaga kerja lintas negara terus meningkat. Salah satu buktinya adalah makin banyaknya ekspatriat—pekerja asing yang menjalankan tugas di luar negeri asal mereka. Para ekspatriat yang bekerja di Indonesia biasanya mendapatkan paket kompensasi…

Perlakuan PSAK 24 vs SAK ETAP pada Laporan Keuangan

Perlakuan PSAK 24 vs SAK ETAP pada Laporan Keuangan

“Memilih standar akuntansi yang tepat bukan hanya soal kepatuhan, tapi strategi pengelolaan kewajiban jangka panjang.” Di tengah kompleksitas pelaporan keuangan, pertanyaan kritis sering muncul: standar mana yang harus diterapkan untuk pencatatan imbalan kerja—PSAK 24 atau SAK ETAP? Jawabannya tidak sesederhana…