KKA Nirmala

KKA Nirmala

IFRIC AD: IFRS Interpretations Committee Agenda Decision

IFRIC AD: IFRS Interpretations Committee Agenda Decision

IFRS Interpretations Committee, yang sebelumnya dikenal sebagai IFRIC (International Financial Reporting Interpretations Committee), merupakan badan yang berperan dalam memberikan interpretasi atas standar akuntansi IFRS agar penerapannya tetap seragam di seluruh dunia. Mari pelajari lebih dalam! Peran IFRIC IFRS merupakan seperangkat…

Asumsi Aktuaria dalam Perhitungan Imbalan Kerja

Asumsi Aktuaria dalam Perhitungan Manfaat Pensiun

Industri pensiun bergantung pada serangkaian perkiraan terukur agar mampu menjamin kesejahteraan finansial pekerja setelah purnatugas. Inti dari seluruh proses ini adalah asumsi aktuaria—proyeksi terstruktur mengenai variabel yang belum diketahui di masa depan. Asumsi aktuaria dan optimasinya merupakan faktor penting dalam…

3 Peran HR dalam Program Imbalan Kerja

Pilar Governance dalam ESG Journey Support Imbalan Pasca Kerja, 3 Peran HR dalam Program Imbalan Kerja

“Karyawan yang dihargai adalah karyawan yang memberikan nilai tambah.” Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa perusahaan mampu menarik dan mempertahankan talenta terbaik sementara yang lain terus berjuang dengan tingkat turnover yang tinggi? Jawabannya mungkin terletak pada bagaimana mereka mengelola program imbalan…

Imbalan Kerja Ekspatriat dan Perhitungannya

Imbalan Kerja Ekspatriat dan Perhitungannya

Dalam dunia yang makin terhubung seperti sekarang, mobilitas tenaga kerja lintas negara terus meningkat. Salah satu buktinya adalah makin banyaknya ekspatriat—pekerja asing yang menjalankan tugas di luar negeri asal mereka. Para ekspatriat yang bekerja di Indonesia biasanya mendapatkan paket kompensasi…

Perlakuan PSAK 24 vs SAK ETAP pada Laporan Keuangan

Perlakuan PSAK 24 vs SAK ETAP pada Laporan Keuangan

“Memilih standar akuntansi yang tepat bukan hanya soal kepatuhan, tapi strategi pengelolaan kewajiban jangka panjang.” Di tengah kompleksitas pelaporan keuangan, pertanyaan kritis sering muncul: standar mana yang harus diterapkan untuk pencatatan imbalan kerja—PSAK 24 atau SAK ETAP? Jawabannya tidak sesederhana…

Memahami Pesangon dalam UU Cipta Kerja

Memahami Pesangon dalam UU Cipta Kerja

Pesangon adalah hak utama bagi pekerja di Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagaimana diatur dalam peraturan ketenagakerjaan yang telah mengalami perubahan signifikan sejak diberlakukannya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). Berikut penjelasan mengenai…

Pelajari 2 Metode Perhitungan Aktuaria Liabilitas Pensiun

DPLK untuk Program Pensiun: Mengeliminasi Liabilitas Perusahaan Defined Benefit, 2 Metode Perhitungan Aktuaria Liabilitas Pensiun

Perencanaan dana pensiun menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan, terutama dalam memenuhi kewajiban imbalan kerja kepada karyawan. Untuk memastikan liabilitas perusahaan terkait imbalan pasca kerja dapat diberikan secara optimal, perusahaan harus melakukan perhitungan aktuaria yang cermat dan akurat, termasuk dalam menghitung liabilitas yang…

Skema Pensiun Pegawai Negeri vs Swasta

Skema Pensiun Pegawai Negeri vs Swasta

Masa pensiun adalah fase kehidupan yang pasti akan dihadapi oleh setiap pekerja, baik pegawai negeri maupun swasta. Masa ini bukan hanya menandai berakhirnya karier profesional, tetapi juga menjadi awal dari babak baru yang membutuhkan perencanaan keuangan yang matang agar masa…

Program Pensiun: Iuran Pasti vs Manfaat Pasti

Program Pensiun Iuran Pasti vs Manfaat Pasti

Seperti yang dibahas sebelumnya, aktuaris berperan penting dalam pemantauan program pensiun perusahaan. Dalam perencanaan keuangan perusahaan, program pensiun menjadi elemen krusial untuk memastikan kesejahteraan karyawan di masa depan. Program ini tidak hanya memberikan jaminan finansial bagi karyawan setelah memasuki masa…

Chat with Us!